Purify's Blog

Just another WordPress.com weblog

Semangat Jihad 45 November 11, 2009

Filed under: 1 — aupurifai @ 5:44 pm

Laahaula wa laa kuwwata illa billah….

Bagaimanapun seluruh dunia engkau kumpulkan, jika Allah tidak berkehendak maka tidak akan berhasil.
Namun, meskipun dengan tenaga yang seadanya, meskipun akal sehat berkata itu adalah hal yang ‘impossible’, …Tawakkaltu a’lallah…maka Allah akan membukakan jalan…
Sesungguhnya Allah selalu menyertai orang-orang yang beriman dan bertawakkal padaNya. Bantuan Allah selalu akan datang dari arah yang tidak disangka-sangka…Dengan pertolongan Allah, pekerjaan 100 orang sekalipun dapat dikerjakan oleh 1 orang. Jumlah bukanlah suatu hal yang penting lagi, namun semangat juang tawakkaltu a’lallah adalah kunci keberhasilan perjuangan…

Ingatlah ketika perang Badar, dimana pasukan muslim berjumlah lebih sedikit daripada kaum musyrikin. Meskipun jumlah mereka sedikit namun semangat juang mereka begitu tinggi demi menegakkan kalimatullah… Allah SWT lalu mengirimkan bala bantuan yang tak terlihat berupa pasukan malaikat . Subhaanallah…pasukan muslim berhasil meraih kemenangan yang gemilang…
Yakinlah bahwa pertolongan Allah itu selalu ada…selama kita bertakwa padaNya…dengan niat perjuangan yang tulus ikhlas ilallah.

Kesombongan dan sikap ingin dipuji yang rentan pada saat keberhasilan telah dicapai hanya akan mengali seluruh kerja keras kita dengan nol yang besar, sehingga tak ada apapun yang diperoleh…hanya kesiasiaan belaka…Naudzubillah…padahal tak mungkinkeberhasilan itu diperoleh hanya dengan mengandalkan kekuatan diri sendiri yang serba terbatas ini…ada Allah yang telah menggerakkan jasad ini, hingga mampu mengerjakan hal-hal yang tak mungkin dikerjakan sendiri…karena itu…pantaslah seharusnya kita bersyukur akan keberhasilan itu pada Allah…Alhamdulillah…

Para pahlawan kita berjuang untuk memperoleh kemerdekaan, dengan semangat jihad!!dengan teriakan “Allahu akbar!!” merebut hak bangsa dari tangan penjajah…
Walaupun hanya bersenjatakan bambu runcing, tembakan senjata dan meriam tak menggetarkan mereka…mereka terus maju!
Ingat kisah perang padri, perjuangan para santri dan rakyat yang dipimpin oleh tuanku Imam Bonjol? Meskipun dengan peralatan perang yang sederhana, dan tak memiliki skill dan pengalaman perang, namun mereka ditakuti oleh musuh, yang jumlahnya notabene lebih banyak, dengan tank dan senjata-senjata canggih. Walaupun kondisi kedua pihak terlihat timpang…tak ada yang tak mungkin jika pertolongan Allah datang…Dan kini Alhamdulillah…dari hasil jihad para pahlawan kita, nafas kemerdekaan dapat kita hirup…kemerdekaan ini adalah suatu hal yang harus kita syukuri…
Ada yang berkata kita belum merdeka sepenuhnya, karena harga-harga barang masih mahal, banyak orang kelaparan dsb..dsb…namun sadarkah kita, telah banyak orang-orang yang berguguran demi memperjuangkan kemerdekan ini dengan tulus ikhlas…Jangan sampai kita menjadi orang yang kufur nikmat..

Semangat!!
Tak hanya di lisan..semangat muncul dari hati yang tulus ikhlas kepada Allah..
Hingga menggerakkan ruh dan tubuh untuk terus berjuang tanpa kenal lelah…

Seperti para pahlawan kemerdekaan dengan semangat jihad 45nya…
Seperti semangat para mujahid yang berperang bersama Rasulullah…dengan menunggang kuda di tengah padang pasir yang panas dengan gagahnya (kereen!!..)….Masya Allah…
Semangat pasukan Salahuddin yang merebut Yerusalem …betapa Masya Allahnya pasukan ini…
Semangat pasukan Al-Fath, yang serba sulit namun dengan kecerdikan dan pertolongan dari Allah mereka berhasil membuka Andalusia. Hingga Rasulullah pernah berkata bahwa pasukan ini adalah sebaik-baik pasukan dan sebaik-baik pemimpin pasukan!!
Semangat Abu Thalhah yang terus memanah tanpa meleset dan menjadikan dirinya tameng bagi Rasulullah di perang Badar…(keren bangett, Legolas versi jenggot dan tidak hisbal!!)

Wahhh………semuanya kereennn………….!!!!!!!!!!!!!
Apa di zaman sekarang masih ada orang-orang keren seperti mereka ya?
Yang ada paling cuman anak nongkrong MTV!!

 

Kesabaran Dalam Kegagalan

Filed under: 1 — aupurifai @ 5:42 pm

Berapa sering kita mengalami kegagalan?
Dalam hidup ini segala sesuatu tak selalu berjalan mulus. Kita bisa ngebut di jalan yang lurus, namun terkadang kita tiba-tiba terperosok dalam lubang yang dalam, dingin dan hampa (apa tea?). Dalam menghadapinya, diperlukan yang namanya keSABARan. Berpikiran kalap dan mencaci maki kegagalan yang terjadi, tak kan merubah apa2. Yang ada hati hanya semakin capek, pikiran semakin ruwet, bahkan bisa kufur terhadap nikmat Allah. Nau’dzubillah…

Dengan hati yang sabar, pikiran jadi tenang. Kitapun dapat memilah-milah apa penyebab kegagalan , dan menjadikannya pelajaran untuk kedepannya. Dengan demikian, justru kegagalan yang terjadi malah membawa berkah berupa ilmu yang tidak akan kita peroleh tanpa melalui adanya kegagalan itu. Berarti seharusnya kita senang bila menemui kegagalan, bukannya malah bersedih hati. Karena kita gagal itu berarti Allah menyayangi kita, sebab Ia menginginkan kita berkembang lebih dan belajar lebih banyak dari kehidupan. Betul…betul…betul…??(ala upin Ipin)

Hmm…tenyata memang, orang baru bisa merasakan keberhasilan kalo sudah mengecap yang namanya kegagalan. OKI, bersabarlah dalam berlari dan jangan tergesa-gesa, karena semuanya juga pasti ada prosesnya yang akan membuat segala sesuatunya indah pada waktunya…

“Wahai orang-orang yang beriman mintalah pertolongan kepada Tuhanmu dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (Q.S Al-Baqarah:153)

Satu pelajaran yang saya dapat waktu mengikuti taklim di ITB (kebetulan temanya pas sekali tentang sabar), yakni, jadikan sabar tak hanya sebagai sikap tapi menjadi sifat. Menurut saya sikap bisa menjadi sifat automatically dengan kunci penghubung yang namanya kebiasaan. Biasakan bersabar dalam menghadapi problematika kehidupan (a.k.a kegagalan) maka lambat laun, sadar tidak sadar ia telah menjadi part of your character, (memang gampang ngomong, realisasinya itu lho…smangatt!!).

So take the chance of kegagalan ini, jadikanlah ia benih yang dapat kita tuai manfaatnya di hari esok. Tak semua orang diberikan kegagalan, maka bersyukurlah karena itu berarti Allah telah memilihmu memperoleh kesempatan yang langka ini…

Tak ada perjuangan yang sia-sia, meskipun ia menemui halangan, meskipun ia mengalami kegagalan…perjuangan selalu memiliki makna tersendiri…
Dakara Itsu demo gambaree!!

Buah dari nasihat saudariku
Uhibbuki fillah Yaa Ukhtii…
©BioPurification

 

At The End Is Better Than At The First

Filed under: 1 — aupurifai @ 5:37 pm

If we see many people at the street, campus, mall, and any other public place, they are doing something. Walking, talking, reading, laughing, thinking, etc, etc…Have you ever think, how many of them is thinking about our Creator? Who create us in a very precious and perfect structure, Allah Subhanallahu wata’ala. They are busy with their life, what they are up to, is not far from this world stuff.

Let’s back to our own self. How many times in a day we think about Him, ziqr, syukr, think about His creation. Sometimes we (including, and specially I recall to my self) forget about Him and we get drown in the world stuff. Sometimes we dont realize, we make money, job position, grades or whatever it is as our number one things in life? We forget that what we got now is not trully ours. One day when we live this life, we dont take this world stuff with us. We bring nothing but our good deed in life, knowledge that gives benefit, and prayers from our shaleh children. So why dont we prepare our self from now on for the day when our mouth is locked?

Hell is sourrounded by every beautiful things, (ex: money, gold, boyfriend, tabarruj, pleasure…) but inside theres suffering that you could never imagine.

Heaven is sourrounded by every unpleasure things, (ex: shaum, shalat ontime, wake up early to qiyamul lael, wearing hijab, give your money to the poor, etc…..) but inside theres happiness and pleasure that you could never imagine…

Theres only two possibilities at the end : Jahannam or Jannah

What we have to do now is just to choose…

if you want to feel pleasure now in this world, but suffer at the end …or

struggle now , but happy ever after at the end

Its come back again to our self…

Lets ask our self, what are we really looking for in this life?

Kono jinsei ni nani o sagashiteiru??

Okane dattara, kane ga areba subete o katte, soshite, nan ni naru?

Jyuubun…jyuubun…kono mama de, soshite kokoro ga atamete kita….

 

Nubuwat Rasulullah SAW yang sedang terjadi sekarang Juli 22, 2009

Filed under: 1,Bahan Renungan — aupurifai @ 11:01 pm

Beberapa peristiwa yg terjadi di dunia belakangan ini membuat saya tersadar dan kembali membuka buku saya yg berjudul “Kita Berada di Akhir Zaman” oleh Abu Fatiah Al Adnani. Kembali saya membaca hadist2 Nabi berupa nubuwat2 tanda2 datangnya akhir zaman yg tertulis di buku ini.

1. ” Sesungguhnya Allah tidak mengambil ilmu dengan mencabutnya dari manusia, tetapi mengambil ilmu dengan mewafatkan para ulama………” H.R Bukhari dan Muslim
“Diantara tanda-tanda kiamat adalah hilangnya ilmu dn merajalelanya kebodohan” Shahih Bukhari.

Dan ternyata Hari Senin 13 Juli 2009 , Inna Lillahi wa inna Ilaihi raaji’un…Ummat Islam telah kembali kehilangan seorang ulama besar rujukan ‘Asy Syaikh Abdullah Bin Abdurrahman Al Jibrin’… di Riyadh Saudi Arabia

2. Wabah virus flu yg terus bermutasi sehingga semakin mematikan,, ini mengingatkan kita dgn
” sungguh, di antara tanda kiamat adalah….maraknya kematian secara mendadak.”

3. Peristiwa bom di kawasan Mega Kuningan, mengingatkan dgn:

“kiamat tidak akan terjadi sehingga banyak harj. Para sahabat bertanya: Apakah harj itu, wahai Rasulullah? Beliau bersabda: Pembunuhan, pembunuhan.”

Dan banyak lagi yg lainnya…silakan baca sj sendiri bukunya…
namun hal2 yg terjadi di sekitar kita sekarang hendaklah senantiasa menjadi sarana muhasabah bagi diri sendiri terutama,,bahwa kita sedang berada di akhir zaman…

 

Cell Phone vs Qur’an Juni 1, 2009

Filed under: Bahan Renungan — aupurifai @ 4:57 pm

Ever wonder what would happen if we treated our Quran like we treat

our cell phone?

What if we carried it around in our purses or pockets?

What if we flipped through it several time a day?

What if we turned back to go get it if we forgot it?

What if we used it to receive messages from the text?

What if we treated it like we couldn’t live without it?

What if we gave it to kids as gifts?

What if we used it when we traveled?

What if we used it in case of emergency?

This is something to make you go….hmm…where is my Quran?

Oh, and one more thing.

Unlike our cell phone, we don’t have to worry about our Quran being disconnected
———————-

Cell phone Vs. Quran
From The Holy City Of MAKKAH (on Facebook)love Qur'an
28 February 2009 at 05:03

 

Inspiring women

Filed under: Bahan Renungan — aupurifai @ 4:46 pm
Tags:

Their beauty are continue to glow, altough centuries has gone by
Their story are written in glourious pages of Al-Qur’an
Their life were fascinating that makes tears to drop by
Their heart always kept the faith to Allah, The Only One…

Siti Hajar, with her patience
Left in the desert to obey her Rabb
Asiyah, istiqamah to her faith
eventough lived with the Thaghut, Fira’un
Maryam, kept her purity tough alone
but she wasnt lonely, with Allah in her heart

O!Women today!
Can you take lesson ?
Don’t you even think?
Aren’t you realize?
What the true beauty is?

Something that lies beneath one’s heart
The true beauty never fade away
Faith to Allah
Then it’ll continue to glow, forever and ever…

©Purification
348932848l

 

First Posting—topik yg lagi rame2nya : Manohara

Filed under: Bahan Renungan — aupurifai @ 4:16 pm
Tags:

Postingan pertama ini saya ingin awali dengan topik yang sedang hangat-hangatnya jadi pemberitaan di masyarakat. Orang-orang seantero negeri Indonesia pastinya sudah tahu tentang Manohara Odelia Pinot. Kisah hidup yang bagaikan drama play in reality ini menggugah saya untuk menggerakkan sedikit jari di atas keyboard.

Banyak tanggapan yang saya dengar, saya baca, menyoroti fenomena ini dari sisi hubungan Indonesia-Malaysia, ataupun menyoroti ketidaktegasan pemerintah ataupun KBRI dalam menyikapi masalah Manohara.  Namun, ada beberapa hal yang ingin saya angkat mengenai Manohara, dan juga wanita secara umum.

  1. Intan permata yang berharga dan mahal nilainya, lazimnya tidak bebas dipertontonkan ke khalayak ramai di tempat banyak penjahat berkeliaran. Akan tetapi disimpan di tempat tertutup dan aman. Makin mahal dan makin indah permata itu maka akan makin rapat penjagaan terhadap sang permata. Begitu pula kecantikan seorang wanita. Ketika ia diumbar dan dipertontonkan di khalayak umum, bukan tidak mngkin akan ada serigala berbulu domba yang datang dengan gelar ‘Pangeran’. Karena itu, jagalah harta mu yang berharga ini, sebelum penyesalan datang di belakang (emng prnah penyesalan dtg di dpan??!)
  2. Belum tentu Pangeran di dunia akan menjadi Pangeran di akhirat. Padahal kehidupan akhirat itu kekal dan abadi…Karena itu, jangan melihat pada status dan keturunan sebelum memutuskan untuk menikah, istikharah pada Allah karena Ia lah yang Maha Mengetahui urusan hamba-hamba Nya. Mohonlah diberi jodoh yang fakih dalam ilmu agama dan beriman pada Allah dengan sebenar-benarnya iman, karena pria yang beriman itu : “jika ia mencintaimu maka ia akan melindungimu, jika tidak maka ia tidak akan menyakitimu” (tolong dikoreksi kalo salah, soalnya ini hanya berasala dari ingatan bukan kutipan langsung).
  3. Jangan menikah di bawah tangan, restu orangtua bagaimanapun juga sangat penting bagi langgengnya pernikahan, karena merekalah yang telah membesarkan kita dan banyak berjasa dalam kehidupan kita. Tentunya kita berharap mereka akan mendoakan kita dengan setulus hati agar menempuh hidup baru yang bahagia.
  4. Harta bukanlah ukuran kebahagiaan…walau hidup dalam sangkar emas pun…tetap jiwa terasa terkungkung. Tidak sedikit orang di sekitar kita yang merasa tidak bahagia dalam hidupnya karena belum punya ini….belum punya itu….padahal kebahagian adalah sekarang dan saat ini,,ketika teringat akan begitu banyak nikmatNya, ketika melihat indahnya dunia dan penciptaanNya yang begitu Agung…ketika tersenyum menatap anak2 kecil berlarian, ketika jiwa terasa tentram dan keimanan padaNya terasa menyelimuti diri…begitu banyak hal yang membuat diri merasa bahagia dan terus bersyukur padaNya….
  5. “Dan jadilah seperti kupu-kupu yang terbang dengan indah mengambil yang baik (nektar) dari satu bunga ke bunga yang lain tanpa merusak dahan dan sekelilingnya….
 

 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.